Naruto Chapter 602 : "Hidup"

0 komentar






Dengan setengah tubuh yang bisa dibilang telah hancur, Obito kecil terbaring, terbangun dan kemudian melihat sesosok lelaki tua renta bermata sharingan di depannya.


"Matamu ... Mungkinkah kau ... Anggota Uchiha juga?" Obito bertanya.

"Siapa yang tahu" Jawab lelaki tua itu seadanya.

"Hmmm ..." Obito berpikir, "Apa mungkin dia menyelamatkanku? Eh, tunggu sebentar ..."

Naruto Chapter 602 - Hidup
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Kau bilang ini adalah tempat di antara Dunia dan Dunia selanjutnya kan? Dimana ini sebenarnya? Tempat ini gelap, aku tak bisa melihat semuanya dengan jelas" Ucap Obito.

"Dan ngomong-ngomong, kakek tua, siapa kau sebenarnya?
Heh, apa jangan-jangan kau Dewa kematian ya?
Yang bertugas membawaku ke Surga atau Neraka? Haha" Niat awal Obito hanya bergurau. Namun tiba-tiba, saat ia melihat ke arah tongkat yang dibawa oleh lelaki tua itu, ternyata ujungnya adalah sabit.

"Ah tidak!!!!!" Obito berteriak histeris, "Aku belum mau mati!!!!!! Aku melihat sabit, jadi kau Dewa Kematian sungguhan ya!!! ?"

"Kau pasti Dewa Kematian yang bertugas mencabut nyawa klan Uchiha!!??
Motoku adalah untuk menolong orang tua, memang benar aku juga sering melakukan hal-hal buruk dan beberapa kali melangar peraturan, tapi aku mohon, jangan bawa aku ke Neraka!!!
Ouchhh!!!!" Obito kesakitan.

"Kau merasakan sakit, karena kau masih hidup" Ucap lelaki tua itu.

"Eh?"

"Suatu keajaiban bahwa kau masih bisa hidup ..." Ucap lelaki tua itu.
"Aku tak tahu kenapa batu itu tak menghancurkan tubuhmu, seolah tubuhmu menyelinap dari batu itu"

"Dimana ... Jadi dimana aku sebenarnya?"

"kau sedang berada di dalam Ruang bawah tanahku, setelah reruntuhan batu itu ...
Tapi sayang sekali, setengah tubuhmu hancur, jadi aku mengobatinya"

Benar, lelaki tua itulah yang menolong dan memperban sekujur tubuh Obito.

"Terimakasih" Ucap Obito.

"Masih terlalu dini untuk mengucapkan terimakasih padaku ...
Karena, kau harus membayar hutangmu ini. Dan, kau bilang motomu adalah menolong orang tua kan?"

"Ah, iya, iya, kau benar, tapi ...
Apa yang kau mau dariku?"

"Hmm ..." Lelaki tua itu terdiam.

"Apa kau mau aku merawatmu?"

"Bukan, bukan begitu ..."

"Maaf, tapi aku tak bisa berlama-lama disini, aku masih hidup jadi aku harus segera kembali ke Konoha. Perang masih berlanjut dan aku telah bisa membangkitkan sharingan. Sekarang, aku akan mampu melindungi teman-temanku" Ucap Obito saat itu.

"Hmm, melindungi temanmu ..."

"Ada apa?"

"Dengan tubuhmu yang sekarang ...
Kau tak akan bisa kembali menjadi shinobi" Ucap lelaki itu.
"Lihatlah pada kenyataanya ...
Dunia ini dipenuhi oleh hal yang tak sesuai dengan harapan ...
Semakin lama kau hidup ...
Semakin kau akan menyadari kalau kenyataan hanya menciptakan penderitaan, rasa sakit, kekosongan ..."

"Apa-apaan lelaki tua ini" Gerutu Obito dalam hati.

"Dengarlah ...
Di Dunia ini ...
Dimana ada cahaya, maka disana juga akan ada bayangan ...
Selama ada konsep kemenangan, akan ada juga kekalahan ...
Keinginan egois untuk memperoleh perdamaian malah akan menciptakan perang ...
Dan kebencian terlahir untuk melindungi kasih sayang ...
Itu semua adalah hubungan yang tak bisa dihindari"

"Yah yah, dia begitu fokus, sepertinya ini akan lama" Pikir Obito.
"Jadi, dimana aku sekarang?" Obito kembali bertanya, tapi lelaki itu terus saja berceramah ...

"Ada oang-orang yang selamat karena kau terluka ...
Benar kan?"

"!!!?" Makin lama Obito tampak kesal dengan cerita ini.
"Apa-apaan kau ini sebenarnya hah!!? Aku tak mau tinggal disini lagi, aku ingin, ukhh ..." Obito ingin pergi namun tubuhnya masih cedera berat.

"Kalau kau memang ingin pergi, lakukan saja ...
Tapi, tentunya jika kau bisa bergerak" Ucap lelaki tua itu.

"Tunggu ...
Ini aneh" Pikir Obito, "Kenapa ada lelaki tua dengan sharingan sendirian disini?"

"Kalau dipikir-pikir ... Aku tahu semua orang tua yang ada di Desa, tapi aku belum pernah melihat lelaki ini sebelumnya. Ini berarti, sekarang dia bukanlah shinobi Konoha, dengan kata lain ..."

"Orang tua, apa kau shinobi pelarian? Siapa kau sebenarnya?" Obito bertanya, ke lelaki tua yang ternyata bagian belakang tubuhnya tersambung pipa-pipa bagaikan kabel itu.

"Aku ..." Lelaki tua itu duduk di tempat duduknya, "Aku adalah hantu seorang Uchiha ... Uchiha Madara" Tak salah lagi, lelaki tua itu adalah Uchiha Madara.


"Ma-Madara ..." Sejenak Obito kaget, "Madara ... Apa yang kau maksud adalah leluhur kami, Uchiha Madara!? Mustahil! Uchiha Madara harusnya sudah mati sekarang!!!"

"Jadi bagimu, lebih masuk akal kalau aku adalah Dewa kematian? Tapi sebenarnya, kau bisa menganggapku sebagai Dewa Kematian, karena kenyataan ini adalah ... Neraka" Ucap Madara.

"Aku selamat dari kematian, dan kalau aku tidak terus menyerap chakra dari Mazou itu, sekarang juga pasti aku akan mati" Ternyata Pipa-Pipa yang terhubung ke punggung Madara itu adalah untuk menyalurkan chakra.

"Aku, aku akan pulang ...
Hah, hah ..." Obito menjatuhkan diri dari kasur dan berontak, berusaha sekuat tenaga untuk pergi, meski itu dengan cara merangkak.

"Menyerah saja, tak ada jalan keluar disini" Ucap Madara.
"Dan ngomong-ngomong, aku ataupun kau tak akan mampu keluar dari tempat ini, dengan tubuh kita yang sekarang"

"Ukhh ..."

"kalau kau terus bergerak, tubuh Hashirama buatan yang aku pasang padamu akan rusak ...
Apa kau mau mati?"

"Ada hal-hal yang aku ingin kau lakukan untukku ...
Setelah semua itu, aku akan menyelamatkanmu"tegas Madara.

"Apa yang aku inginkan!!? Apa yang lelaki tua sepertimu mau dari bocah sepertiku!!?"ujar Obito.

"Aku ingin merubah nasib dunia ini" balas Madara.
"Dunia kemenangan, Dunia Perdamaian, Dunia Kasih Sayang, aku akan membuat Dunia yang hanya ada hal itu"ucap lanjutnya.

"Aku tak peduli, aku hanya ingin kembali pada yang lainnya"

"Seperti yang sudah aku katakan, disini hal-hal tak sesuai dengan harapanmu ...
Suatu hari nanti, kau akan menyadarinya. Kau boleh mati kalau kau mau. Tapi, aku akan mengambil sharinganmu ..."

"kenapa kau menginginkan sharinganku!? Kau sudah punya kan!?"

"Tidak, Aku meninggalkan sharingan asliku pada orang lain ...
Yang ini hanyalah sharingan yang aku dapat setelahnya ...
Dan lagi, aku masih belum mendapat mata kanan. Seseorang butuh kedua mata untuk membangkitkan potensi tertingginya"kata Madara menyibak rambut yang menutupi mata kanannya. Dan tampak kalau ia memang tidak memiliki mata kanan.

"Kalau begitu ...
Itu berarti bersama dengan Kakashi, aku akan menjadi lebih kuat!! Kami berdua pada akhirnya akan mampu melindungi Rin!!! Aku tak boleh membuang-buang waktu disini ... Tunggu aku, Kakashi, Rin, aku masih hidup!!!" Ucap Obito dalam hati.

Bagaimana lanjutan kisahnya..?
=========================
Bersambung ke Naruto Chapter 603

Naruto Chapter 601 : "Obito dan Madara"

1 komentar


Sebelumnya di Naruto Chapter 600

Yang terkuat, Obito dan Madara telah berada di satu medan pertempuran.

"Di-Dia ..."
"Dia adalah ..." Naruto dan yang lainnya kaget saat melihat kemunculan Madara.

"Jadi kau telah menentang Edo Tensei ya" Ucap Obito.

"Tapi, Ngomong-ngomong ..."
Naruto Chapter 601 - Obito dan Madara

"Kenapa!!!? Kenapa Madara bisa ada disini!!?" Teriak Naruto, benar-benar tak mengerti.

"Madara ... Itu, Madara?"

"Dia adalah Kage Bunshin juga, mana yang asli, Obito?" Madara bertanya.

"Hei, Naruto, apa ini berarti ..."

"Apa yang terjadi!?" Teriak Naruto lagi.
"Apa yang terjadi dengan mereka!!?" Naruto mempertanyakan nasib kelima kage.

"Kakak ..." Bee tampak khawatir.

"Maksudmu mereka ya?"

"Aku tanya, apa yang terjadi pada mereka!!!?" Naruto benar-benar kesal.

"Siapa yang tahu, kemungkinan mereka ...
Sedang dalam keadaan tidak baik" Ucap Madara. Sementara di tempat mereka, kelima kage tampak rebah bersimbah darah.

"Ukhh ..." Meski dalam keadaan luka yang sangat parah, Tsunada berusaha untuk bangun, mencolek darahnya dan lalu menempelkan telapak tangan ke tanah, "Kuchiyose no Jutsu"

Katsuyu muncul, dan ia langsung kaget saat melihat keadaan itu, "Tsunade-sama!!?"

"Katsuyu ...
Aku ingin meminta kau melakukan sesuatu"

"Ya, aku akan mengobati tubuhmu dan ..."

"Bukan ... Bukan itu yang aku mau, kau bisa memikirkan mengenai tubuhku nanti ...
Sekarang, yang harus kau lakukan adalah ... Para Kage, bawa mereka ke dekatku ... Aku ... Masih bisa ... Menyelamatkan mereka" Ucap Tsunade di sela-sela sekaratnya.

Kembali ke medan perang, Naruto menarik rantai yang menusuk dan membelenggu tubuh Hachibi dengan ekor-ekornyam dan lalu melempar balik rantai itu ke Obito dan Madara.

"Sebelum aku menggunakan rantai segel ini ..." Obito melempar kipas yang ia bawa ke Madara, "Ambilah, bagaimanapun itu adalah milikmu kan"

"Hah" Kini Madara telah memegang kipasnya.

Dan lalu dengan itu, serangan jarum-jarum raksasa berantai itu dengan mudah mereka tahan. Namun setidaknya, Hachibi telah bebas.

"Akhirnya aku bisa bergerak, terimakasih Naruto ...
Dan sekarang adalah giliranku" Ucap Hachibi.

Gwoooahhhhh!!!!!!!!
Saat itulah, auman keras terdengar dari dalam tabir api yang menyelimuti Ekor sepuluh.

"Obito, jadi kau telah memulai proyeknya sebelum kita menyerap Hachibi dan Kyuubi ya?" Madara bertanya.

"!!?" Gai dan Kakashi semakin kaget.,

"Dia mengetahui tentang proyek itu? Bagaimana hubungan mereka sebenarnya?" Kakashi bertanya-tanya.

"Kau terlalu terburu-buru, Obito" Ucap Madara, "Apakah itu juga alasanmu menghidupkanku kembali seperti ini?"

Obito hanya terdiam, sementara luka bekas rasengan di bagian kanan tubuhnya secara perlahan tampak mulai membaik.

Wow wow wow, chapter kali ini benar-benar membingungkan.

"Yah, tapi itu kau, kau pasti sudah punya suatu rencana kan" Ucap Madara, "Tapi ngomong-ngomong, apa saja yang sudah kau lakukan sejauh ini? Apa yang terjadi pada Nagato? Harusnya aku dihidupkan kembali menggunakan jutsu Rinne Tenseinya di waktu yang tepat"

"!!!" Naruto teringat saat mendengar nama jutsu itu, jutsu yang malah digunakan oleh Nagato untuk membangkitkan kembali warga Konoha.

"Dia mengkhianati kita, dia menggunakan jutsu itu pada werga Desa" Ucap Obito.

"Apa saja yang sebenarnya sudah terjadi? Yah, apapun itu kelihatannya kita masih punya waktu, aku akan menangkap Hachibi dan Kyuubi" Madara bersiap, akan tetapi dengan cepat Naruto melesat dan telah berada tepat di atasnya.

"Kau sudah mati!! Jangan ikut campur!!!!" Naruto menghantam Madara dengan rasengan hitam di tangan kanannya. Akan tetapi, Madara menahannya dengan kipas yang ia bawa, begitu mudah.

"Kenapa tak meledak?" Pikir Naruto tak mengerti, karena ternyata kipas itu menyerapnya.

"Uchihagaeshi!!!" Tak hanya menahan, Madara bahkan membalikannya.

Bamm!!!!

Sebuah ledakan dahsyat muncul dari kipas itu dan mementalkan tubuh Naruto, Boft.
Naruto yang ternyata hanya bunshin itu menghilang.

"Aku akan mengurus Hachibi dan Kyuubi, kau uruslah dua orang itu, Obito" Madara melesat menuju Naruto dan Bee, sementara Obito akan berhadapan dengan Kakashi dan Gai.

"Obito ...
Apa yang sebenarnya telah terjadi padamu?" Kakashi bertanya, "Kenapa kau bekerja sama denganya?"

Obito hanya diam, dan lalu teringat akan bayangan masa lalu ...

Gelap, saat itu begitu gelap.
"Apa aku, sudah mati?" Perlahan Obito membuka matanya, "!!?" Ia kaget, seseorang tampak berdiri di depannya sementara keadaan tubuhnya begitu parah, "Dimana aku?" Obito bertanya-tanya.

Dan lalu, lelaki tua renta di depannya itu menjawab, "Kau berada di antara Dunia ini dan Dunia lainnya, Uchiha Muda" Tampaknya lelaki itu adalah Madara Uchiha.

To Be Continued to chapter 602

Naruto Chapter 600 : "Kenapa Baru Sekarang"

0 komentar


Kakashi dan Gai menatap tak percaya, "Benarkah dia Obito?? Bukankah dia sudah mati??" Guru Gai benar-benar tak mengerti. Dan ketika menatap ke arah wajah dan Mangekyou Sharingan Obito, Kakashi bisa memastikannya, "Tidak salah lagi, dia adalah Uchiha Obito"

"Kau boleh memanggilku dengan nama itu kalau kau mau, bagiku tak ada artinya" Ucap tobi, atau mungkin sekarang kita bisa memanggilnya dengan nama Obito.

Kakashi masih terdiam, dan kemudian mengingat saat-saat ia menjalankan misi terakhirnya bersama Obito. Saat-saat dimana mata Kakashi tertebas pedang lawan, saat-saat ketika Obito menolongnya, waktu ketika Sharingan Obito aktif, waktu di saat Obito ingin melindungi semuanya ...

"Waktu itu, kau ..." Kakashi terus mengingatnya. Saat dimana musuh menggunakan jutsu elemen tanah, menggunakan puing-puing batu untuk melawan mereka. Hingga akhirnya, saat dimana tubuh Obito terjebak dan Kakashi tak mampu banyak membantu ...

"Sial!!!" kakashi waktu itu berusaha mengangkat batu yang menimpa setengah tubuh Obito. Akan tetapi, kekuatannya masih sangat jauh dari cukup bahkan untuk sekedar membuatnya bergeser.

"Hentikan, Kakashi, aku sudah selesai" Ucap Obito pasrah, "Setengah dari tubuhku sudah hancur, aku sudah tak bisa merasakannya lagi"

"Aku ...
Aku benar-benar tak pantas menjadi kapten ...
Aku tak pantas menjadi Jounin" Kakashi terlihat begitu menyesal. Tapi kemudian, Obito malah tersenyum dan berkata, "Benar juga, aku satu-satunya yang belum memberi hadiah atas keberhasilanmu menjadi Jounin kan? Kau, kau boleh memiliki mataku, sharinganku ..." Tawar Obito yang tetap tegar dan ikhlas di detik-detik terakhir sebelum kematiannya.

Dan berkat bantuan medis dari Rin, Kakashipun menerima donor mata itu. Dan untuk terakhir kalinya, Obito berkata, "Kakashi ... Aku serahkan Rin ... Padamu"

"Ya" Dengan sangat terpaksa, kakashi pergi bersama Rin meninggalkan Obito yang telah terkubur di tengah reruntuhan.

"Jadi kau bertahan hidup dari saat itu?" Kakashi bertanya.

"Siapa dia!!?" Naruto tak tahu.

"Dia adalah seorang Uchiha, Shinobi Konoha yang merupakan salah seorang rekan kami ...
Dan harusnya dia sudah mati pada perang sebelumnya"

"..." Obito masih diam.

"Kalau kau benar masih hidup ...
Kenapa sampai sekarang ..."

"Aku berhasil bertahan hidup atau tidak tidaklah penting ...
tapi yah, kalau kau benar-benar ingin tahu ...
Itu karena ...
Kau membiarkan Rin mati" Ucap Obito.

Deg ...
Kakashi tak mampu berkata apa-apa.

"Huhu, Jangan terburu-buru begitu ...
Dan jangan memasang wajah seperti itu" Ucap Obito lagi ke Kakashi.

"Jadi kau mau menyalahkanku?"

"Tak ada gunanya menyalahkan kenyataan tak berguna ini ...
Aku tak tertarik dengan Dunia ini, semenjak itu mulai menghilang" Ucap Tobi, Obito.

Kakashi kembali terdiam, tampak depresi.

"Ini bukanlah saat untuk depresi!!!" Ucap Naruto, "Guru Kakashi!! Aku tak tahu apa yang sudah terjadi antara kau dan orang itu, aku akan mendengarkan ceritanya nanti, sekarang yang lebih penting adalah untuk menghentikan rencananya!!!"

"Naruto ...
Kakashi! Naruto benar" Ucap Gai, "Dunia sedang berada di tangan kita sekarang"

Kakashi masih terdiam, sementara Tobi atau Obito hendak kembali melancarkan suatu jutsu ...

"Tak ada yang perlu aku katakan padamu, hanya matilah, terikat oleh kenyataan ini! Katon Bakufu Ranbu!!!!" Tobi menggunakan jutsu tembakan pusaran api dari Mangekyounya.

"Kakashi!!"

Api itu melalap mereka, tapi tiba-tiba Naruto dengan ekor kyuubinya melindungi mereka.

"Ekor Kyuubi ..."

Hal ini menciptakan ledakan dan kepulan asap yang hebat. Dan ketika asap itu perlahan menghilang, suatu sosok yang tidak terduga-duga muncul ...

"I-Ini ..." Gai benar-benar kaget dengan apa yang dilihatnya. Di depan, tampak Obito tengah berdiri bersama dengan seseorang yang baru saja datang, Uchiha Madara.

"Kelihatannya kau bersenang-senang disini, Obito" Ucap Madara.


To Be Continued to chapter 601

Naruto Chapter 599 : "Uchiha Obito"

0 komentar


Berkat Strategi Pertarungan hebat yg melibatkan Kerjasama Antara Kakashi, Guy dan Naruto, membawa menuju kenyataan yang mencengangkan, Naruto Berhasil Membuat Retak Topeng Tobi..

Terungkap Fakta kalau Tobi, dan Kakashi ternyata merupakan sesama pengguna Kamui dari satu orang yang sama yaitu Sama2 Menggunakan Mata sharingan Obito, Namun Tobi tetaplah pengguna Kamui sejati yang tangguh krna berasal dari Uchiha,

Perlahan identitas Si Tobi pun mulai terkuak,
***

Karna Topeng yg Telah Pecah, Membawa ke ingatan masa lalu seseorang yang cukup dekat dengan Kakashi di masa lalu,
Flash Back
Obito Uchiha
"tap tap tap..."
derap langkah kaki seorang anak (Tdk lain Obito) yang sedang berlari Kencang dgn mengenakan Pelindung Mata..
(nampak tergesa2)

"TERNYATA SEDANG UPACARA PENERIMAAN CHUUNIN (obito terlambat datang),
ANAK ITU DULU MEMPUNYAI SEBUAH MIMPI....",

Ketika Obito Sampai di Akademi , Ternyata Semuanya telah Berkumpul..
(ya Puluhan Anak2 terlihat sedang Berkumpul Tuk mendaftar sbg Chunin)

Saat Obito Berdiri Bengong memperhatikan, Seseorang Gadis Kecil Namanya RIN mengagetkannya, ia maju dihadapannya, lalu menyerahkan sebuah Formulir Pendaptaran..
obito pun dengan semangat menerima dan membukanya..
bertuliskan
"FORMULIR PENDAFTARAN MASUK akademi NINJA",
Dan kini Obito Telah memiliki rekan setim yaitu Kakashi dan Rin
....
Bertahun telah berlalu, hingga pada suatu ketika
...mereka pun menuju ke tempat yang dikelilingi pagar besi
"UJIAN CHUUNIN KEDUA : PERTANDINGAN KELOMPOK"

Nampak dalam ujian ini telah dimulai Pertarungan, Anak2 Peserta Chunin yg telah memiliki tim saling latihan bertarung,

seseorang anak kecil dengan rambut perak yg namanya Kakashi sedang Berdiri bersama Rin lagi berdiri di depan pagar sambil mengamati jam,
(Nampaknya Lagi menunggu giliran untuk bertanding dan menunggu Obito yg blum datang)

sebentar lagi tiba giliran selanjutnya, Team Guy, Ebisu, Genma akan Bertarung melawan TIM Kakashi, Obito, Rin, Namun Obito blum datang..

Dalam Perjalanan Obito ternyata Sedang Membantu membawa perbekalan seorang Nenek2 yg bgtu banyak, dan Membantu membawanya sampai Kerumah si nenek.. Sebagai Balasan, Sinenek memberinya sebuah Permen.. Lalu pulang Buru2..

Kini Giliran Tim Kakashi akan bertarung, Obito datang Terlambat diPertarungan, Kakashi dgn Jengkel memarahi Obito yg telat datang,

Tim Guy,Ebisu,Genma telah Bersiap melawan Kakasi,Rin,Obito,
aba aba dari wasit pun telah Dibunyikan, sementara Hokage 3 dan Minato yg berada diGedung Hokage tengah mengawasi dari monitor..

tap tap tapp....
Amat cepat anak beralis tebal (guy) maju menyerang kearah Obito, sedang Lainnya siaga tuk bertarung..
*Prakkk...
Obito bersiap akan merapal Jutsu Elemen Api.. namun tiba2?
"gluuukkk!!!...uhhhh!!.."
ia tiba tiba tersedat permen..

Akibat tersedak permen, perhatiannya pun hilang, spontan tendangan anak alis tebal itu pun mendarat telak di pipinya,
*Crassh...
Spontan saja permen yang telah tersangkut di tenggorokannya pun keluar,
"pluukkk!",
permen itu terjatuh ditanah dengan kondisi masih basah..

Setelah usai Pertandingan. dengan ramah Rin mengobati obito, sambil berbicara mengenai kekalahannya, namun dgn Bangga Obito berdiri sambil menunjukkan Tanda Uchiha dipunggungnya dan berjalan meninggalkan Rin dgn mengacungkan jempolnya ke belakang, sambil melirik ukiran Para Kage yang menjulang di tebing beberapa ratus meter darinya

dgn semangat berkobar, obito itu berlatih giat agar bertambah Kuat,
"trakk!!..",suara shuriken menggema, anak itu tengah giat berlatih shuriken, tampak beberapa batang kayu yang telah tertancap puluhan shuriken...

Tak lama pun berlatih elemen api..."bwuuurrr!!!...."
kobaran api besar menerjang keluar dari mulutnya...

Hingga berlatih bertahan berdiri didahan pohon secara terbalik....

Hari yang telah ditunggu tiba, Ujian Chuunin babak ke 3, PERTANDINGAN INDIVIDU.
Lagi lagi obito itu melawan anak alis tebal guy..

Dengan optimis obito mengacungkan jempol terbalik ke arah anak alis tebal dengan wajah sinis...
Anak alis tebal itu pun tampak bingung seraya mengacungan jempol biasanya...

Tidak berapa lama saling mengeluarkan jurus, pertandingan itu pun usai,
"pletaaakkk...",
obito terjatuh ke lantai,

telah dinyatakan obito kalah telak dan menanggung malu atas keoptimisannya bersama luka lebam di wajahnya

akhirnya anak itu duduk dan memperhatikan temannya yang berambut perak melawan anak alis tebal itu, anak itu nampak iri karena rekannya terlihat lebih keren dan mengimbangi anak alis tebal itu, Belum lagi pandangan gadis itu terhadap rekannya menjadikkannya semakin minder

Rekan anak itu dinyatakan menang, dengan mata sayunya, anak berambut perak itu menunjukan rompi hijau dengan sertifikat Chuuninnya..

Hingga beberapa waktu berikutnya, akhirnya Timnya itu lulus ujian Chuunin juga dan bersorak gembira, sangat mengejutkan gadis kecil Rin tiba tiba mengecup pipinya disaksikan rekannya yang berambut perak dengan tatapan ketus

anak itu pun tersipu ..
beberapa waktu kemudian,
anak itu telah tumbuh menjadi remaja dan menyiapkan serangkai bunga dibalik punggungnya seraya menatap gadis itu yang berlari girang ke arahnya sambil menyerahkan beberapa lembar kertas dengan judul "Tugas untuk hadiah perayaan Kakashi yang dipromosikan ke Jounin",

rupanya rekannya, Kakashi yang berambut silver itu tengah dipromosikan dan hendak diberi hadiah...

Saat akan menjalankan misi,
Kakashi, adalah anak yang beruntung mendapat kunai dari gurunya, lalu diberi kotak obat oleh Rin,.. dan disaat mengemban misi berbahaya yg melibatkan Obito yg sekarat ditimpa batu besar, obito menghadiahkan mata Sharingan pada Kakashi,
flash back end
***
Kejadian Tragis itu masih melekat diingatan Kakashi.. Membuat Kakashi tambah diam terpaku
Menyaksikan Wajah Sebenarnya dari Tobi??
"prakkk"...
pecahan serpihan topeng itu jatuh ke tanah....
Guy maupun Naruto menatap tajam Wajah Tobi yg sebenarnya..
akhirnya Identitas Wajah Tobi Diperlihatkan
(Separuh Wajah Tobi disebelah Kanan Nampak Kriput, Bekas Luka itu mengingatkan Akan Wajah Rekan Setim Kakashi yg dianggap telah mati, Bekas Luka yg didapat dimasa lalu saat ditimpa Batu Besar... Obito.. )

dgn Rada tdk percaya, Kakashi memanggilnya dgn Nama:
"O B I T O. . . "



"AKHIRNYA TERUNGKAP NAMANYA ADALAH OBITO"

Naruto Chapter 598 : "Menjadi Serpihan"

2 komentar



Naruto yang telah berada di mode kyuubi melesat ke arah Tobi, bersiap untuk menyerangnya kembali menggunakan hempasan cakar raksasa.

"Huh, kekuatan itu lagi ..."

Buagghhhh!!! Serangan Naruto mampu memporak porandakan tanah di bawahnya, namun tidak dengan Tobi, yang tentu saja dapat dengan mudah Tobi menembus serangan itu.

Guru Gai hendak merencanakan kembali suatu skema serangan. Ia lalu menoleh ke arah Kakashi dan, "!?" Gai terdiam, shinobi yang hendak diajaknya berbagi pendapat terlihat tidak konsentrasi lagi, melamun dengan keringat menetes dari wajahnya, "Kakashi ..."

"..." Kakashi melamun, masih sibuk memikirkan kenyataan tentang Tobi ...

"Dia ... Tidak, dia tidak mungkin ..."

"Kakashi!!!" Guru Gai berteriak memanggilnya, membuat Kakashi kaget dan baru sadar, "Eh?"

"Apa kau mendengarku hah!!? Adalah hal penting untuk membuat pengalihan saat akan menyerang dia. Kakashi, ayo kita juga ikut bertarung!!" Ucap Gai.
"Aku bisa menebak apa yang sedang kau pikirkan sekarang, aku juga sama ...
Tapi, untuk sejenak sebaiknya kita melupakannya dulu. Ini bukanlah waktunya untuk memuaskan perasaan sendiri. Naruto adalah subordinatmu dan ia melangkah sebelum dirimu"

"..." Kakashi masih terdiam, namun perlahan sudah mulai bisa berkonsentrasi lagi terhadap pertarungan.

Sementara itu, di depan Tobi dan Naruto masih saling berhadapan ...

"Bodoh sekali kau mencoba menyerangku sendirian!!" Tobi mengeluarkan dan menembakan beberapa shuriken raksasa dari matanya, yang semuanya mengarah pada Naruto.

Tapi kemudian dengan sigap, Hachibi datang dan langsung menghentikan putaran shuriken itu. Akan tetapi, sayang sekali serangan Tobi belum berhenti. tembakan shuriken terakhir Tobi tak mampu dihentikan, memotong dengan sukses salah satu tentacle Hachibi dan melesat menuju Naruto.

Untungnya, lagi-lagi Naruto terselamatkan, dan kali berkat lindungan dari chakra berbentuk Kyuubi yang menyelimuti tubuhnya.

"Aku tak menyerangmu sendirian!" Ucap Naruto ke Tobi, "Jangan lupa tentang Kurama, paman Bee dan Hattsan, Guru Alis Tebal dan Guru Kakashi juga!!" Lanjutnya.

"..." Tobi hanya terdiam.

"Kakashi" Guru Gai kembali berbicara pada Kakashi, "Kau selalu saja berada di depanku di setiap pertarungan kita. Aku yakin kau tak akan melupakan hal itu hanya karena hal semacam ini, bukan?"

"Aku senang bisa memilikimu sebagai subordinatku, Naruto" Ucap Kakashi dalam hati dan lalu kembali bersemangat, "Ayo maju, Gai!"

"Itu baru semangat rivalku!!"

"Jika dilihat dari chakraku yang masih tersisa, aku hanya bisa menggunakan itu beberapa kali lagi" Pikir Kakashi.

"Huh, aku tak akan takut melawan seseorang dengan kekuatan pinjaman yang hanya bisa kau gunakan beberapa kali. Akan ku tunjukan padamu Kamui yang sesungguhnya!!" Tobi dan Kakashi sama-sama mengaktifkan Mangekyou Sharingan.



"Aku harus benar-benar mendapat timing yang tepat" Pikir Kakashi, dan lalu bersama dengan Gai melesat maju.

"Bisa mengerti kemampuanku tak akan merubah apapun, aku hanya perlu memperhatikan darimana serangan kamui datang" Tobi bersiap untuk mengeluarkan sesuatu lagi dari matanya.

"Kalau tubuhnya menjadi padat saat menghisap sesuatu, kemungkinan hal itu juga akan terjadi saat ia mengeluarkan sesuatu, sekarang kesempatannya!!!" Teriak Hachibi.

"Jangan pikir kau bisa menyerang balik!" Ternyata apa yang Tobi keluarkan adalah tongkat tajam mirip kunai raksasa yang di belakangnya terdapat suatu rantai, yang mana mampu menusuk-nusuk Hachibi dan mengikatnya.

"Naruto!! Benda ini memiliki kemampuan untuk menyegel kekuatan Bijuu, jangan menyentuhnya!!!"

"Baik, paman Bee, lindungi aku sedikit lagi!" Naruto bersiap untuk mengeluarkan suatu, "Kage Bunshin no Jutsu!!" Naruto menciptakan sebuah bunshin, lalu mereka berdua melesat menuju Tobi. Yang asli mengeluarkan Bijuudama sementara bunshinnya menggunakan Rasengan.

"Majulah! Aku akan menjadi prisaimu!" Ucap Hachibi.

Naruto yang membawa rasengan telah berada tepat di depan Tobi. lalu, kakashipun menggunakan kamuinya untuk membawa rasengan itu ke dimensi lain, sama seperti sebelumnya.

"Huh, gerakan yang sama ..." Tampaknya tobi sudah memperhitungkan hal ini sebelumnya, "Yang perlu aku lakukan hanya tidak membiarkannya melewatiku" Kali ini Tobi tidak menghindar, melainkan menyerang balik dengan kunai berantai yang keluar dari matanya.

Naruto itu menghilang, "Cuma Kage Bunshin?"

Bruuaaak ...
Setelah menggunakan kamu tadi, Kakashi rebah.
"Kakashi!!"

"Tongkatku lebih cepat darimu, Kakashi ...
Meskipun kau mampu menghilangan rasengannya menggunakan Kamui, tapi itu sia-sia"

"Aku masih punya Bijuudama!!!" Naruto yang asli menciptakan sebuah Bijuudama raksasa dan lalu menyerang Tobi.

"Lambat sekali, sungguh tidak berguna" Kali ini Tobi menghindari serangan itu dengan cara pindah ke dimensi lain. Akan tetapi, saat sampai di dimensi lain, "!!!" Tobi benar-benar kaget, sosok Naruto dengan rasengan telah berdiri tepat di depan wajahnya.

Ba-bagaimana bisa kau ..."

"Aku adalah Uzumaki Naruto!!!!" Naruto bersiap untuk menghantamkan rasengannya.

"Be-begitu rupanya ...
Dengan kamui, Kakashi tak hanya menghilangkan rasengannya, tapi juga bunshinya ...
Sialan Kakashi ... Lebih cepat dari tongkatnya ... Sial!!"

Gabbuaghhhh!!!!!

Rasengan Naruto menghantam dan menghancurkan Topeng Tobi Menjadi Serpihan.

"Siapa kau!!!?"

To Be Continued chapter 599

Free Download CorelDraw X6 Full Version

0 komentar


Selamat malam semuanya, jumpa lagi dengan saya Bayujp . Kali ini saya akan membagikan suatu Software yang bernama Corel Draw. Siapa yang tidak kenal dengan software ini ? yang belum tahu silahkan simak deskripsi dibawah ini.
Corel Draw adalah editor grafik vektor yang dibuat oleh Corel, sebuah perusahaan yang bermarkas di Ottawa, Kanada. Versi terakhirnya versi 14 yang dinamai X4 dirilis pada tahun 2008. CorelDRAW pada awalnya dikembangkan untuk dijalankan pada sistem operasi Windows 2000 dan yang lebih baru. Versi CorelDRAW untuk Linux dan Mac OS pernah dikembangkan, tetapi dihentikan karena tingkat penjualannya rendah. Nah, sekarang kalian tau kan CorelDraw ini adalah software Design terkenal dan bagus menurut saya sendiri. Kalian akan mendownload melalui situs resminya.
Sekarang saya akan membagikan Screenshotnya:




Nah, segitu dulu SS CorelDraw. Sekarang saya akan memberi apa itu fitur dari CorelDraw X6, simak dibawah ini.

What's new in CorelDRAW Graphics Suite X6 :

- New! Advanced OpenType® support
- New! Custom-built Color Harmonies
- New! Multiple trays in Corel® CONNECT™ X6
- New! Creative vector shaping tools
- New! Document styles
- New! Page layout tools
- Enhanced! Complex script support
- New! Website design software
- Enhanced Speed! Native 64-bit and multi-core support
- New! Bitmap and vector pattern fills


 This Graphics Suite includes:

- Corel  Image Paint X6: Powerful Image editing application
- Corel Trace X6: Accurate bitmap to vector tracing tools
- CorelDraw X6: Intuitive Vector illustration and page layout application
- Corel connect X6: Instant contain finder
- Corel Webpage maker X6: Powerful web designing program
- Corel help X6: Online interactive collaboration tools

System Requirements:

- Microsoft® Windows® 7 (32-bit or 64-bit Editions) , Windows Vista® (32-bit or 64-bit Editions), or - Windows® XP (32-bit), all with latest service packs installed
- Intel® Pentium® 4, AMD Athlon™ 64 or AMD Opteron™
- 1GB RAM
- 1.5GB hard disk space (for typical installation without content – additional disk space is required during installation)
- Mouse or tablet
- 1024 x 768 screen resolution
- DVD drive
- Microsoft® Internet Explorer® 7 or higher

Nah menakjubkan bukan .Sekarang saya mau kasih tutorial aktivasinya, simak dibawah ini.


Cara aktivasi CorelDraw X6 dengan Keygen : 
1. Disable antivirus dan koneksi internet anda. 
2. Install CorelDraw X6. 
3. Silahkan double klik CorelDRAWGraphicsSuiteX6Installer_EN32Bit.exe dan install
4. Masukan serial number yang di hasilkan keygen. (Keygen jangan di close dulu). 
5. Ketika selesai instalasi, dan di tanya untuk aktivasi, klik yang “Other activation options”. coreldraw x6 
6. Pilih yang “Phone Corel”. Masukan “installation code” yang di berikan CorelDraw X6 ke form instalation code di keygen. Maka akan menghasilkan “activation code”. 
7. Copy activation code tersebut ke form aktivasi coreldraw X6. 
8. Selamat, kini CorelDraw X6 anda sudah full version


Link Download




 Download     [ CorelDraw X6 32Bit or 64Bit Via Situs Resmi ]




   Mirror              [ Mirror ]



  Keygen        [ Keygen Via Ziddu ]



  Keygen       [ Keygen Via Indowebster ]





                            Semoga Bermanfaat

Waverider Tempuh London - New York dalam Waktu 60 Menit

1 komentar


WaveRider ditempelkan di sayap pesawat pembom B-52 selama uji coba

New York - Barangkali, inilah pesawat masa depan. Meski baru dalam tahap eksperimen, pesawat ini mampu menyingkat jarak ribuan mil hanya dalam bilangan menit. Dengan mesin revolusioner scramjet, X-51A Waverider didesain untuk mampu melaju dengan kecepatan hipersonik.

Besok, pesawat ini dijadwalkan untuk melakukan uji coba. Pesawat ini dirancang untuk mampu menempuh jarak perdetik sejauh  2.000 meter. Jika berhasil, maka jarak London-New York hanya akan ditempuh selama satu jam.

Scramjet adalah ''lompatan'' dalam industri penerbangan. Alih-alih membawa bahan bakar dan oksigen yang diperlukan untuk memberikan percepatan, pesawat ini hanya membawa bahan bakar hidrogen dan ''menarik'' oksigen yang dibutuhkan untuk membakarnya dari atmosfer.

Udara dipaksa masuk ke bagian depan mesin saat hidrogen diinjeksikan ke dalam aliran udara itu. Gas yang dikompresi menyebabkan suhu naik dan pengapian terjadi. Mekanisme ini menghasilkan sejumlah besar daya dorong dan memungkinkan jet untuk melakukan perjalanan pada kecepatan jauh melebihi kecepatan Concorde yang "hanya" mampu berlari 1.350 mph.

Saat ini, X-51a Waverider sedang disiapkan di Pangkalan Angkatan Udara Edwards di Gurun Mojave. Dalam uji coba besok, pesawat ini akan "dilekatkan" pada sayap pesawat pengebom B-52, sebelum akhirnya dilepaskan sendiri. Keseluruhan misi akan berlangsung hanya 300 detik.







"Sejak Wright bersaudara, kita telah meneliti bagaimana membuat pesawat yang lebih baik dan lebih cepat. Penerbangan hipersonik adalah salah satu daerah yang merupakan perbatasan potensi aeronautika," kata Robert Mercier, kepala bagian teknologi di divisi sistem kecepatan tinggi di Laboratorium Penelitian Angkatan Udara Amerika Serikat di Ohio pada The New York Times. "Saya percaya kita sedang berdiri di pintu menunggu untuk masuk ke arena itu."

Proyek ini didanai oleh NASA dan Pentagon, yang berharap dapat digunakan sebagai pesawat siluman militer dan pengembangan senjata baru. Program WaveRider diperkirakan menelan biaya US$ 140 juta, menurut Globalsecurity.org, sebuah situs web yang memuat penelitian kebijakan militer.

Ditemukan Hiu Purba Berusia 270 Juta Tahun

1 komentar


Hiu Purba

Sisa-sisa spesies hiu purba bergigi tajam yang diperkirakan berumur 270 juta tahun telah ditemukan di Arizona, Amerika Serikat. Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa fosil gigi dari tiga spesies hiu ditemukan di lokasi yang merupakan rumah bagi beragam hiu di dunia sebelum era Permian Tengah, sesaat dinosaurus belum muncul.

"Kami menemukan banyak hiu spesies baru dari daerah itu," ujar John-Paul Hodnett, salah seorang peneliti.

Masing-masing hiu spesies baru yang ditemukan memiliki ciri sangat khas. Spesies pertama adalah Nanoskalme natans, hiu dengan gigi seperti pisau pemotong. Hiu dengan panjang tubuh sekitar satu meter ini diduga jenis hiu pemangsa ikan kecil dan pemakan bangkai.

Spesies kedua adalah Neosaivodus flagstaffensis, hiu berukuran sedang (sekitar 2 meter) dengan gigi pencengkeram. Hiu ini diperkirakan menjadi hiu spesialis pemakan nautiloid sewaktu remaja, lalu berubah menjadi pemangsa ikan dan hewan lain saat dewasa.

Terakhir adalah Kaibabvenator swiftae, hiu dengan gigi tipe pemotong bergerigi yang besar. Hiu ini tergolong berukuran raksasa. Panjang tubuhnya lebih dari 6 meter. 

"Hiu ini mungkin jenis predator puncak yang aktif memangsa ikan besar, termasuk hiu lainnya. Perilakunya mirip hiu putih besar modern," ujar Hodnett, peneliti di Museum of Northern Arizona''s Geology and Paleontology Department.

Hodnett meneliti hiu-hiu tersebut bersama David Elliott, Tom Olson dan James Wittke. Beberapa sampel fosil gigi hiu digali dari daerah yang dikenal sebagai Formasi Kaibab di utara Arizona."Daerah ini dulunya diselimuti laut dangkal yang hangat," ujar Elliot seperti dikutip Livescience, Selasa, 14 Agustus 2012.

Saat ini, daerah yang sama sudah berubah menjadi dataran tinggi yang mendukung hutan Ponderosa Pine. Kendati sulit dibayangkan, daerah ini dulunya menjadi rumah yang ramai dihuni hiu berbagai jenis.

"Hiu adalah predator utama di lingkungan laut di seluruh dunia, dan mereka sangat banyak dan beragam," ujar Hodnett. Hiu-hiu ini mengisi relung laut yang kemudian juga ditempati ikan lainnya dan bahkan mamalia, seperti paus dan lumba-lumba.

Arkeolog Ini Temukan Piramida via Google Earth

0 komentar

Sesar Lembang sepanjang 22 km di utara Bandung, dilihat dari GoogleEarth.


Rupanya tidak semua arkeolog turun lapangan untuk melakukan eksplorasi ilmiah. Seperti yang dilakukan Angela Micol, seorang arkeolog asal Amerika Serikat, yang belum lama ini menemukan dua situs piramida baru di Mesir.

Micol tak perlu pergi jauh ke Mesir untuk menemukan piramida itu. Ia berburu piramida cukup dari belakang layar komputer di rumahnya di North Carolina, 5 ribu kilometer dari Mesir, dengan cara mempelajari citra satelit lewat situs Google Earth.

Hasilnya cukup mengejutkan. "Salah satu situs piramida berukuran tiga kali lebih besar ketimbang Piramida Besar di Giza," kata Micol seperti dikutip Dailymail, Rabu 15 Agustus 2012. Situs itu berupa sebuah dataran tinggi berbentuk segitiga dengan luas sekitar 207 meter persegi.

Butuh waktu 10 tahun bagi Micol untuk mengutak-atik citra satelit di Google Earth sebelum menemukan dua situs prasejarah tersebut. Ia menunjuk dua daerah di sepanjang lembah Sungai Nil yang terpisah sejauh 135 kilometer. Kedua daerah itu tampak berupa gundukan raksasa dan berbentuk tidak biasa.

Micol berencana terbang ke Mesir dan mengunjungi dua situs temuannya untuk mengkonfirmasi lokasi pasti dua piramida kuno tersebut. Daerah pertama terletak di sepanjang tepian Sungai Nil di Mesir Hulu, 18 kilometer dari kota Abu Sidhum. Jika gundukan di lokasi ini benar-benar sisa sebuah piramida asli, itu akan menjadi hal terbesar yang pernah ditemukan.

Pengamatan citra satelit secara lebih dekat memperlihatkan bagian puncak gundukan pertama sangat datar dan berbentuk segitiga simetris. "Kami ingin tahu apakah ini karena terkikis oleh waktu," ujar Micol.

Situs kedua, sejauh 90 kilometer sebelah utara dari situs pertama, berupa gundukan dengan empat sisi dengan luas sekitar 47 meter persegi. Kendati bentuk perseginya agak berbeda, Micol yakin gundukan kedua juga berupa piramida jika dilihat dari atas.

Temuan Micol tak hanya berhenti pada dua situs piramida baru. Berbicara kepada Sky News, ia mengatakan ada tiga gundukan kecil lainnya. "Mirip dengan keselarasan diagonal dari piramida-piramida di Giza Plateau," ujarnya.

Ia sangat yakin gambar-gambar citra satelit yang diperolehnya lewat Google Earth menunjukkan indikasi keberadaan piramida baru di Mesir. "Penelitian lapangan tetap diperlukan untuk memastikannya," ujar Micol.

Penemuan ini memang perlu diteliti lebih lanjut. Sebab, hampir semua piramida diketahui dibangun di sekitar Kairo, ibu kota yang terletak di Mesir utara. Sedangkan dua situs temuan Micol terletak lebih jauh ke selatan.

Micol bukan peneliti pertama yang memanfaatkan Google Earth untuk eksplorasi arkeologi. Bulan Mei tahun lalu seorang pakar Mesir asal Amerika, Sarah Parcak, berhasil mengidentifikasi 17 piramida yang hilang berkat Google Earth. Micol sendiri sebelumnya juga pernah menggunakan program ini untuk menemukan kota bawah air di Semenanjung Yucatan di Meksiko.

Batu Apung Seluas Israel Mengambang di Pasifik

1 komentar


Batu apung di Selandia Baru lebih besar dari Israel


Ada pemandangan unik yang dijumpai tentara Angkatan Laut Selandia Baru di perairan Pasifik Selatan, Kamis pekan lalu. Mereka melihat kumpulan batu apung raksasa, berukuran lebih luas dari negara Israel, mengambang di perairan tersebut.

Petugas di kapal Royal New Zealand Air Force melihat kumpulan batu itu mengapung di barat daya Pulau Raoul. "Ukurannya sangat mengejutkan, panjangnya mencapai 482 kilometer dan lebar lebih dari 48 kilometer," demikian pernyataan Angkatan Laut.

Letnan Tim Oscar dari Angkatan Laut Australia menggambarkan batu apung raksasa itu sebagai benda paling aneh yang ada di lautan. "Hal teraneh yang pernah saya lihat dalam 18 tahun di laut," kata dia kepada Australian Associated Press, seperti dikutip Livescience, Senin 13 Agustus 2012.

Oscar mengatakan batu apung itu tampak melayang dua kaki di atas gelombang laut jika dilihat dari kejauhan. "Warnanya putih cemerlang dan tampak menyala, seperti tepian sebuah bongkahan es," ujar perwira yang turut menyaksikan penampakan batu apung tersebut.

Batu apung terbentuk ketika lava dari gunung berapi mendingin secara cepat. Gas yang terperangkap dalam lava menciptakan pori-pori di bebatuan, yang memungkinkannya mengapung di permukaan air.

Penelitian terbaru menunjukkan batu apung memainkan peran penting dalam evolusi kehidupan di Bumi. Sebab, ibarat "pulau mengambang", batu apung raksasa ini dapat melintasi lautan sembari mengangkut hewan, tumbuhan, bahkan koloni mikroba melintasi hambatan geografis berupa perairan luas.

Angkatan Laut Selandia Baru mengatakan para ilmuwan percaya bahwa bongkahan batu apung raksasa di lepas pantai negara itu kemungkinan besar dimuntahkan ke permukaan oleh sebuah gunung berapi bawah laut. "Mungkin gunung bawah laut Monowai, yang telah aktif sepanjang punggungan Kermadec," ujar mereka.

Sementara para pejabat Selandia Baru menyatakan fenomena ini tidak ada kaitannya dengan letusan gunung Mout Tongariro di negara itu, awal pekan lalu. Letusan tersebut cukup besar, mengirim abu vulkanik setinggi 6.100 meter ke udara.

Sekelompok peneliti dari GNS Science--sebuah lembaga milik pemerintah--langsung meluncur ke lokasi penemuan batu apung. Mereka menempuh perjalanan terdekat menumpang kapal militer lainnya untuk segera mengumpulkan sampel dari batu apung. "Sampel-sampel ini akan dianalisis untuk menentukan dari mana batu-batu itu berasal," ujar mereka.

Source : TEMPO

Google Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia

2 komentar



Mesin pencari Google ikut serta memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada hari Jumat ini (17/8) dengan menampilkan gambar kegiatan terkait dengan peringatan kemerdekaan seperti lomba balap karung dan makan kerupuk pada halaman mukanya.



Meskipun peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan 1433 H, namun Hari Kemerdekaan Indonesia 2012 harus tetap di jadikan momentum baru untuk Indonesia yang lebih baik.

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Bekerja Keras untuk Kemajuan Bersama, Kita Tingkatkan Pemerataan Hasil-hasil Pembangunan untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.



Hari itu, tanggal 17 Agustus 1945, masih dalam suasana pagi, Bung Karno dan Bung Hatta membacakan proklamasi kemerdekaan negara baru: Republik Indonesia, bertempat di Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Segera setelah membacakan proklamasi kemerdekaan itu, Soekarno berkata, "demikianlah, saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka! Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah-air kita! Negara merdeka, Negara Republik Indonesia,–merdeka kekal dan abadi."

Maeda melukiskan kejadian itu dengan sangat menarik; "gerombolan orang bersama menuju halaman upacara seperti datangnya air kehidupan di waktu pasang."

Menurut Sudiro, salah satu pelaku sejarah saat itu, mengatakan, pihaknya diberitahu oleh Dr. Suwardi bahwa malam itu agar segera mengumpulkan barisan pelopor untuk menghadiri proklamasi kemerdekaan di lapangan Gambir. Karena, di mata para pemuda saat itu, kemerdekaan Indonesia harus diekspresikan secara revolusioner.

Segera setelah Hatta tiba di lokasi, yaitu kediaman Bung Karno, upacara proklamasi kemerdekaan pun dimulai dengan sangat sederhana. Bung Karno, yang didampingi oleh Bung Hatta, membacakan teks proklamasi. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” segera berkumandang setelah bendera merah-putih berkibar di angkasa. Ada yang mengatakan, jumlah orang yang menghadiri acara yang sangat monumental ini berjumlah ratusan.

Supaya kemerdekaan ini segera tersiar di seluruh Indonesia, para pelukis revolusioner, diantaranya Basuki Reksobowo dan kawan-kawannya, sudah melakukan grafiti action di gerbong kereta Api dan Trem, yang membuat kabar mengenai kemerdekaan cepat tersiar kepada massa rakyat.

Tidak hanya itu, seperti ditulis oleh Peter A. Rohi, seorang wartawan senior di Nusa Tenggara Timur, bahwa Bung Karno menugaskan Riwu Ga dan Sarwoko untuk mengabarkan kemerdekaan kepada rakyat Indonesia di Jakarta. “Wo, kini giliran angalai (anda). Sebarkan pada penduduk Jakarta bahwa kita sudah merdeka. Bawa bendera!”, kata Bung Karno.

67 tahun pun berlalu sejak pertama kali detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta, pada 17 Agustus 145 silam. 

Jika dulu dalam kondisi sederhana, kini peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan dirayakan dengan meriah oleh seluruh rakyat Indonesia.  Mulai dari lomba panjat pinang, lomba makan kerupuk, sampai upacara militer di Istana Merdeka, seluruh bagian dari masyarakat ikut berpartisipasi dengan cara masing-masing.