FBI Peringatan Pengguna Android Terhadap Malware



Crime Complaint Center (IC3) milik FBI telah memperingatkan kepada seluruh pengguna Android agar waspada terhadap serangan 2 malware ganas, Loozfon dan FinFisher.

FBI mengatakan bahwa penjahat memanfaatkan malware Loozfon yang menipu pengguna melalui tawaran “kerja di rumah” atau “penghasilan sekian dari kerja dirumah” yang menjanjikan uang dengan nilai yang besar dengan hanya mengirim email.

Cara kerja penyebaran Loozfon ini adalah ketika pengguna tertarik dengan tawaran “kerja di rumah” dan mengklik tautan, maka pengguna akan diarahkan pada sebuah website yang merupakan media Loozfon untuk menginfeksi perangkat yang digunakan pengguna. Loozfon yang telah ter-install akan mencuri rincian kontak di buku telepon dan juga data pribadi pengguna.

“Jika trik ini tidak berhasil, kelompok penjahat memiliki trik lain. Hal ini juga mengirimkan spam yang menyatakan bahwa pengirim email dapat memperkenalkan penerima untuk orang kaya. Ketika link yang disertakan dalam email diklik, malware secara otomatis ter-download ke perangkat,” kata Symantec.

Tak hanya Loozfon, namun turut hadir menebar ancaman, malware FinFisher atau juga sering disebut dengan FinSpy. Malware FinFisher ini memiliki kemampuan memata-matai (spyware) yang juga dilengkapi kemampuan untuk mengambil alih perangkat smartphona atau tablet.

“Ketika diinstal, perangkat mobile dapat dikendalikan dari jauh dan dipantau dimanapun target berada. FinFisher dapat dengan mudah menular ke smartphone ketika pengguna mengunjungi tautan web tertentu atau membuka pesan teks menyamar sebagai update sistem,” menurut laporan.

Seperti yang dilansir dari Tomshardware (15/10/2012), pengguna Android dihimbau untuk tidak mudah percaya dengan tawaran “kerja di rumah” dan tidak mengunjungi situs-situs web yang tak terpercaya. Selain itu pengguna sebaiknya waspada saat membuka email dari orang tak dikenal dan tidak mengklik tautan yang terdapat pada email.